Friday, August 26, 2011

Bila tempe berkulat~

Bismillahirrahmanirrahim.

Suatu malam sewaktu ifthar beramai-ramai pada bulan Ramadhan....

K : Akak rasa tempe ni tak sedap la..

A : Ok je kak..

K : Cuba kamu rasa betul-betul. Baunya pun ada masam-masam sikit.

A : Sebab dia berkulat kot kak.....

K : Tapi tempe memang kulat kan?

*diam*

A & K : Hahahahaha... & [Tahan ketawa sambil teruskan berbuka]

Orang lain : "Apasal dorang ni?"


:: Berhati-hati sewaktu berbuka... eheh.. ;p

Wednesday, August 24, 2011

Bercakap dengan diri sendiri Oleh Skeboolat


Bercakaplah dengan diri anda. Mulakan dengan...

1. Aku harus siap menghadapi hidup ini. Apa pun yang terjadi hidup di dunia ini hanya sekali. Aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa berguna.

Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar. Segala yang terjadi aku serahkan kepada Allah Yang Maha Tahu, yang terbaik bagiku.

Aku harus sedar yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah s.w.t. Bahkan, mungkin aku menuruti keinginan dan harapanku sendiri.

Pengetahuanku mengenai diriku atau apa pun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Dia tahu awal, akhir dan segalanya.

Sekali lagi betapa pun aku amat menginginkan sesuatu, tetapi hatiku harus ku persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanku. Kerana mungkin itulah yang terbaik bagiku.

2. Aku mesti reda dengan kenyataan yang terjadi. Bila sesuatu terjadi, inilah kenyataan dan episod hidup yang harus aku jalani.

Aku harus menikmatinya dan aku tidak boleh larut dalam kekecewaan berterusan. Kecewa dan sakit hati tidak akan merubah segalanya selain membuatkan diriku sengsara.

Hatiku mesti menerima kenyataan, namun tubuh serta fikiranku harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.

Apabila nasi sudah menjadi bubur, aku harus mencari ayam, kacang, bawang goreng dan sambal, agar bubur ayam istimewa tetap dapat aku nikmati.

3. Aku tidak boleh menyusahkan diri. Aku harus yakin hidup ini bagai siang dan malam pasti silih berganti. Tidak mungkin siang terus-menerus dan tidak mungkin juga malam terus-menerus. Pasti setiap kesenangan ada hujungnya.

Begitupun masalah yang menimpa pasti ada akhirnya. Aku sepatutnya sabar.

Aku harus yakin setiap musibah terjadi dengan izin Allah Yang Maha Adil, pasti sudah diukur dengan sangat cermat oleh-Nya dan tidak mungkin melampaui batas kemampuanku, kerana Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya.

Aku tidak boleh menzalimi diriku, dengan fikiran buruk yang menyusahkan diri. Fikiranku kenalah jernih, terkawal, tenang dan profesional.

Aku harus berani menghadapi persoalan demi persoalan, tidak boleh lari dari kenyataan, kerana lari sama sekali tidak menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya hanya akan menambah masalah.

Semua harus aku hadapi dengan baik. Aku tak boleh menyerah kalah.

Mesti segala sesuatu ada akhirnya, walaupun persoalan yang aku hadapi seberat mana sekalipun, seperti yang dijanjikan Allah:

"Sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan." Janji yang tak pernah dimungkiri Allah.

4. Evaluasi (menilai) diri. Segala yang terjadi mutlak adalah izin Allah dan Allah tidak berbuat sesuatu yang sia-sia.

Pasti ada hikmah di sebalik setiap kejadian. Sepahit apa pun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya, apabila disingkap dengan sabar dan benar.

Harus aku renungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku. Boleh jadi peringatan atas dosaku, kelalaianku atau mungkin detik kenaikan kedudukanku di sisi Allah. Mungkin aku harus berfikir untuk mencari kesalahan yang harus aku perbaiki.

Setiap kejadian bagai cermin pribadiku. Aku tidak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi.

Cuma yang penting kini aku mengetahui diriku sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

5. Allahlah satu-satunya penolongku. Aku harus yakin, walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku, tidak mungkin terjadi apa pun tanpa izin-Nya.

Hatiku harus bulat dan yakin hanya Allahlah yang dapat menolong dan memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan.

Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, kerana segalanya adalah milik-Nya dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya.

Tidak ada yang dapat menghalangku jika Dia akan menolong hamba-Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.

Oleh kerana itu, aku harus berjuang dan berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan mengamalkan segala yang disukai-Nya dan melepaskan hati dari kebergantungan kepada selain-Nya, kerana selain Dia hanyalah sekadar makhluk yang tidak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.

Ingatlah selalu janji-Nya: "Sesiapa yang bertaqwa kepada-Ku, nescaya Ku beri jalan keluar dari setiap urusannya dan Ku beri rezeki (pertolongan) dari tempat yang tak terduga. Dan sesiapa yang bertawakal kepada-Ku, nescaya akan Ku cukupi segala keperluannya." (QS. 65 (At-Thalaq) : 2-3)

:: Sesungguhnya a.K.u bertawakkal kepada Allah.

Monday, August 22, 2011

i'tiqaf...

Bismillah.

Menjelang 10 malam terakhir, sahabat berkata, "Cukup juga dengan Tarawikh & witir diwaktu malamnya."

Tapi bukankah kita dianjurkan untuk buat lebih baik?

*diam*

Namun, Ramadhan harus lebih dari itu kan? Kata hati.

"Kejar, jangan tak kejar.." bisik hati lagi.

"Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada setiap Ramadhan selama 10 hari dan pada akhir hayat, beliau melakukan i’tikaf selama 20 hari. (HR. Bukhari)."



:: Teringin i'tiqaf di Masjid.

Friday, August 19, 2011

Ramadhan Bulan Taqwa.


Bismillah.

Imam Ghazali ketika menjelaskan manfaat taqwa telah berkata:

“Taqwa itu harta terpendam yang berharga sekali jika engkau mendapatnya. Maka seolah-olah berkumpul kebaikan dunia dan akhirat di dalam taqwa itu. Dan perhatikan apa yang difirmankan dalam Al Quran mengenai taqwa. Banyak sekali Allah memberi nkeuntungan, pahala yang besar dan keselamatan yang disandarkan pada sifat taqwa.”

Apa yang dikatakan oleh Imam Ghazali itu adalah bersumberkan ayat Quran ini:

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Iaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di Akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah.Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (Yunus: 62-64)



:: "..Bertaqwalah dengan sebenar-benar taqwa."

Monday, August 8, 2011

Untuk yang masih belum tergapai, Sesungguhnya hanya butuh kesungguhan.

Hidup yang hampa dari kesungguhan,
pasti hanya akan berisi angan-angan
yang mengkalutkan.

Tanpa kesungguhan,
bahkan rencana terbaik pun
tidak akan menjadi tindakan.

Dan tanpa tindakan,
tidak ada kebaikan yang bisa dicapai.

Manusia tidak harus mati
untuk terlihat seperti tidak hidup,
ia hanya cukup berhenti berupaya.

Marilah kita segera bertindak.

Mario Teguh
MTGW – IKAN YANG TENGGELAM


:: Terima kasih Chotieb Ahmed. :)

Thursday, August 4, 2011

Memaknakan Kehidupan.

Bismillah.

Surabaya, 11 November 2010

Saat Tuhan menjelmakan makna.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 64)

"Ramadhan Kareem."

:: Masih juga suka memasak untuk orang lain. :)

HOME

I walked across an empty land I knew the pathway like the back of my hand I felt the earth beneath my feet Sat by the river and it made me c...