Bismillahirrahmanirrahim.
Bagaimana Melihat Kemahiran Dakwah
- Sedar dan waspada terhadap kesalahan musuh iaitu berhati-hati dengan cabaran luaran dan dalaman. Waspada terhadap matinya dakwah dalam diri akhawat dengan cara meninggalkan akhawat dan menjauhkan diri dari dakwah.
- Menggauli akhawat dengan baik, kasih sayang dan imej yang baik - sering dicium tangannya (umpama seorang nenek tua yang dihormati), memuji-muji usahanya yang telah lalu. Membangunkan nostalgia-nostalgia perjuangannya yang terdahulu -- akan mengakibatkan malas bergerak, tidak berjalan tugas dakwah dan terpadam semangat iman.
- Namun pada masa yang sama, tidak boleh menrendah-rendahkan dan melemahkan semangat akhawat.
- Murabbiyah harus memperhatikan keadaan akhawatnya yang mempuyai potensi. Mempersiapkan perancangan-perancangan untuk akhawat supaya dapat menggerakkan kerja dakwah.
- Tekun dan bersungguh-sungguh menampilkan hasil dakwah yang dibangunkan. Setiap kejayaan yang 'nampak' adalah antara salah satu tanda keberkatan dakwah.
- Mendidik akhawat berpadanan dengan apa yang sesuai dengannya. Antara 'azimah & rukhsah. Ada kalanya perlu bertegas dan adakalanya perlu berlembut sesuai dengan potensi yang ada dalam diri akhawat.
- Jika terjadi perselisihan pendapat didalam jamaah dan tidak dapat menerimanya, dan jika keluar daripadanya maka perlu untuk keluar dengan cara yang baik tanpa mengaib-aibkan jamaah dan itulah dari selemah-lemah iman.
- Tidak boleh berwala' dan tunduk pada penguasa yang zalim.
- Berjalan dengan dakwah dengan tiga kali kecepatan :
- Cepat menguasai masalah.
- Cepat mencari penyelesaian masalah
- Dan cepat melaksanakan penyelesaian tersebut.
- Menguasai hal-hal positif dan negatif untuk diambil pengajaran.
Bersambung..









