[Siapa smart? Budak berbaju hitam, Yasir atau background gambar ini?]
Bismillahirrahmanirrahim.
Seminggu ini latar kehidupan pantas berubah. Ini bukan lagi Kota Kinabalu. Bukan lagi latar puncak Kinabalu dari hentian bas Kampung E, bukan di Kedai Servey, bukan di Tanjung Aru, Pasar Filipin atau Pejabat ABIM Sabah di Sambulan. Bukan pekan Keningau. Malah bukan juga di Nabawan. Tanah tinggi yang punya langit berawan cantik. Yang malamnya penuh bintang dan berkabus tebal menjelang pagi dengan bau udara yang segar.
Segalanya berubah. Kini di latar Kampung Parit Ismail. Di hadapan TV menonton Astro sambil menaip. Mencurahkan segenap pengalaman lalu sebagai iktibar dan ingatan kepada diri. Mengenang memori-memori. Mengenang teman-teman. Mengenang diri. Mencari hikmah sepanjang perjalan hidup yang serasa panjang namun sebenarnya pendek.
Menjadi diri sendiri. Terlalu mudah untuk dilontar. Tapi Allah Maha Tahu kemampuan kita lebih dari yang kita tahu. Maka itu, minta pada Dia sajalah untuk tunjukkan dan pinjamkan kekuatan. Dalam sedar, tanpa segala sakit pedih yang Allah telah tuliskan, takkan tercapai segala ketenangan yang terlukis dijiwa saat ini. Allah Maha Tahu.
Jatuh cinta. Ini kali yang entah ke berapa. Menulis latar pengalaman sendiri, cuma cinta adalah perkara yang paling sukar untuk dikisahkan. Cinta saya pada pengorbanan, persahabatan, kekeluargaan, perjuangan.. Allah Maha Tahu. Dan kali ini saya tidakkan tukar dengan apa-apa. Demi pantai damai..demi pantai damai… InsyaAllah.
:: Bertuah kau Yasir gambar kau masuk dalam blog akak.. Haha :p








